Kamis, 10 Januari 2019

Caffeine and Fantasy

" Bel, ada yang mau kenalan sama lu. Penasaran katanya.", pesan yang kuterima dari teman kampusku saat itu. " Gua kasih kontak line lu ya?" lanjutnya. Aku pun meng-iya-kan.

Tidak menunggu terlalu lama...
Disapalah aku lewat chat oleh dia, dia yang sepertinya punya mimpi mau ke luar angkasa. Kita mengobrol bahkan sempat berbicara via telepon. Berfantasi aneh, menanyakan hal yang tak penting sampai membicarakan hal yang tidak senonoh. Kata "keren" dan "dewa" selalu ada dalam setiap pembicaraan kita. Rasa penasaranku terhadapnya pun sepertinya sudah melebihi rasa penasarannya terhadapku. Tanpa disadari, aku menginginkan dia.

Sampai akhirnya membuat jadwal untuk ketemu..

Di bulai Mei 2018 waktu itu. Rela loh perempuan usia 17 tahun mengendarai sepeda motor tanpa SIM dan harus menempuh perjalanan yang jauh, sekitar 1 setengah jam. Sebalnya, aku sampai terlebih dahulu. Aku menunggunya di sana. Di suatu ruangan gelap dan sedikit lembab. 

20 menit...

Dia datang..
Bayangannya di atas kain putih itu. Aku membalikan badan.
Ku lihat dirinya. Lelaki yang tidak terlalu tinggi. Tubuhnya kurus terbalut jaket hitam, kulit sawo matang, rambutnya tebal. Aku suka. 

Bercengkrama, mengobrol, bertukar pikiran, berbagi cerita dan banyak lagi. Sampai mulut terasa asem. " Yuk, sebat!"

Aku suka cara dia bicara, cara dia bercerita, semua geraknya, sentuhannya. Dia ceria, selalu senyum tiba-tiba. " Kan gue keren, bel" " Kan gue dewa, bel" , itu menjadi hal besar yang susah untuk aku hilangkan dari kepalaku. Tapi di balik keceriaan dan kepedean itu, ternyata dia ini sedang galau sodara-sodara. Biasa, masalah perempuan.

3 jam di sana, kita memutuskan untuk berpindah tempat dan ngemil-ngopi. Gak banyak ngobrol, kita hanya main game bersama sampai warungnya tutup dan membuat jadwal untuk bertemu lagi 2 minggu kemudian. 

Kita pulang, dia ke kiri dan aku ke kanan. Kita beda arah...
Aku pulang dengan keadaan sumringah. Benar, dia keren. Sepanjang jalan aku senyum-senyum sendiri. Gak sabar, 2 minggu lagi...

3 hari setelah hari itu, dia gak ada kabar. Benar-benar gak ada kabar sama sekali. Aku heran, aku salah apa? Aku dosa apa? Gak bisa lupa sampai 2 bulan lamanya. Aku mau cari dia ke mana? Cuma satu kontak dia aja yang aku punya. Dia terlalu low-profile Sampai ada isu-isu aku dapat kiriman uang dari dia. WHAT?

1 Oktober 2018, dia menghubungiku lagi. Ngabarin kalo ternyata hapenya jatoh dari motor dan lupa password line. Baiklah, alasan apapun yang dia bilang aku gak peduli. Yang terpenting aku sudah tau kabar dia. Dia baik-baik saja. Tapi aku marah. Dia mengajakku untuk bertemu dan aku menolaknya. Aku terlalu marah. Maaf, aku terlalu marah.

11 Desember 2018, dia kembali menghubungi aku. Aku masih marah. 

15 Desember 2018, aku meluapkan kemarahanku. Aku kesal. Aku marah, aku masih marah. Aku sedih. Tapi aku lega. Kita klarifikasi, ada apa sih kemarin-kemarin?
Aku tenang. Kita mulai mengobrol lagi. Kita sempat mengobrol lama lewat telepon. Kita membangun lagi suasana yang baik setiap harinya. Sampai akhirnya kita bertemu lagi.

4 Januari 2019, selesai acara bersama teman SMA-ku. Aku bertemu dia. 

Pertemuan kali ini membuat ku bingung. Aku sempat berfikir, aku pasti akan ditinggal lagi dan dia akan kembali lagi dengan seribu alasannya. Tapi, bodo amat. Aku rindu. Aku suka semua tentang dia kecuali tentang dia meninggalkan aku. 

" Udah lama gua gak meluk cewe, Bel.", sambil memeluk tubuhkku dari belakang.
Senyumnya, candaannya, tawanya, aku suka. Aku suka hidungnya, alisnya. Aku suka dia. 

Bersamanya sampai jam 12 siang. Aku senang. Tak perlu aku ceritakan bagaimana kejadiannya.
Aku lelah mengetik. Deadline-ku jam 12 malam. 


Hampir 10 bulan aku mengenalnya. Mengenalnya dari hal yang gak pernah aku duga sama sekali. Tapi aku senang mengenalnya. Senang, senang, senang. Gak papa deh kepala dia jadi gede kalo baca ketikan ini.

Dia lelaki yang tidak mau identitasnya aku ketahui, bahkan aku cuma tau nama dan umurnya saja. Namanya pun belum tentu asli namanya. Entah. Dia terlalu menutup diri.
Dia adalah lelaki yang selalu menarik tanganku untuk memeluknya, menyodorkan pipinya untuk dicium.
Dia sepertinya depresi, entah. Dia juga sepertinya banyak pikiran, entah apa yang dipikirin.
Dia terlalu banyak mengabaikanku. Yaaaa, siapa aku? 
Aku hanya sebatas fantasinya, sebatas teman dikala ia kesepian. Hanya sebatas fantasinya.
Fantasi, itu saja. Fantasi. 

Tak apa, aku tetap senang. 
Ini namanya nge-crush-in orang tapi orangnya gak peduli. Gapapa, ini kesenanganku.
Aku bahkan siap ditinggal lagi dan siap marah lagi. Tapi untuk kepergian kedua kali nanti, aku gak mau pusing-pusing. Yang penting dia baik-baik saja di sana, sehat, banyak uang supaya bisa beli rumah yang banyak dan berbagi ke orang-orang miskin. HAHAHA GOBLOK! 
Satu lagi, semoga dia gak suka bohong-bohong lagi.

Aku menyukainya seperti aku menyukai kopi. 
Walaupun aku tidak membutuhkannya setiap waktu, aku tetap menyukainya, aku selalu merindukannya. 

Makasih ya, Ka fe in. Kau menyegarkan hidupku! ❌kvn

Jumat, 13 Desember 2013

Hati Yang Luka ( Friendly ) ♥


    Seinget gua... Mmmm... Ini latihan nyanyi buat ngisi acara Imlekan di sekolah . Kita ( Bella, Chelsea, Ditha, Jeanifer, Nita & Widya ) nyanyi diiringin sama Pak Aan. Wuihh.. Nostalgia yee haha :v
Yang videoin namanya Devi. Yaaa... dia manusia yang suka dimintain tolong sama anak-anak Friendly gitu, deh . Hmm... Video ini dibikin tanggal 8 Pebruari 2013. Padahal udah kece loh kita-kita mau nyanyi ginian. Tapi sayangnya kita ga boleh nampilin ini, katanya terlalu cinta-cintaan gitu. Akhirnya... Kita nari gitu deh. Dan gua masih mikir mau di upload atau engga video Friendly nari ke blog ini. Hihi :D

07 December 2012 ( With Friendly ) ♥

 

Ini video waktu gua ulang tahun yang ke 13 haha :3 MAAF ( Miss All About Friendly ) !





Kamis, 12 Desember 2013

Yanda ♥

Ini di AW, di mana pada saat hari itu adalah hari pertama gua ketemu dan jalan sama doi :3

Ini di net , net apa gitu . Gua lupa hwehehe . Dan doi lagi nge-Beat Up ( Salah satu mode di game Ayo Dance ) . Seinget gua , waktu itu gua pertama kali ke rumah doi . Dan balik dari rumah dia , ngenet dulu .

Eh yah , ampe lupa . Namanya Rianda , gua sih manggilnya dengan sebutan 'Yanda' . Sayang beud ama doi :3<3